Thursday, February 01, 2007

JIKA DITANYA PADA RINDU


Jika ku tanya pada rindu
mengapa hadir dalam sendu
jika ku tanya pada jiwa
mengapa mesti hati merana

merana jiwa, merajuk badan

merajuk jiwa, merana badan
merana jiwa, meranalah badan
merajuk jiwa, merajuklah badan

Jika akur pada rajuk
sampai bila harus dipujuk
jika merana kerana rindu
manalah penawar ingin kutemu

akurlah pada rindumu
iakanlah kata hatimu
hilangkanlah rajuk hatimu
nescaya bahagia mengekorimu

Monday, January 29, 2007

SESAL


pernahkah kau sesal pada sesuatu
tiada noktah yang kau temu
hanya perasaan tidak menentu
sepanjang hidup pasti bertamu

pernahkah kau sesal pada sesuatu
yang pasti tak akan ulang berlaku
mengharap masih seperti dulu
sedang semua sudah berlalu

pernahkah kau sesal mengheret mimpi
sedang realiti adalah fantasi
pernahkah kau sesal menghalang realiti
sedang mimpi hampir terbukti

mimpi-mimpi sudah berkecai
impian-impian jatuh bersepai
ilusi dan realiti menghambat silih berganti
dan jiwa bergolak .........sepi

lalu...kukirimkan pada harapan
meskipun tidak ku toleh....pada kenangan
semoga pasti ada pertemuan
dan segala angan menjadi kenyataan

MUNAJAT


di sepertiga malam aku terjaga
dingin malam menghembus wajah
sunyi alam tidak bersuara
untuk insan yang tidak lupa

walhal, lena adalah nikmat
jaga bukanlah menuntut keringat
jiwa suci memohon syafaat
dalam hati tidak berganjak

ruku'ku, sujudku, tertibku,

ada getar pada suaraku
ada sendu dalam doaku
betapa dekat tuhan, denganku


doaku
rahmatilah aku dengan rahmatmu
ampunkanlah segala dosa-dosaku
tunjukkanlah jalan yang lurus untukku

wahai manusia
bangunlah bertahajud pada Yang Esa
disepertiga malam dirimu terjaga
sesungguhnya, kamulah insan yang tidak lupa

Friday, January 26, 2007

RUPA


ada apa pada rupa..
yang kamu agung-agungkan ini

entah bila akan hancur
hilang seperti senjakala


mungkin dipandang
malah dipuji
mungkin disukai
malah menjadi iri

sukarnya hidup

tanpa kecantikan hakiki
susahnya mencari
keindahan abadi


maka dunia menjadi gelap
kelam dgn keletah manusia
yang hanya memandang pada rupa
pastinya luaran semata.........

Friday, January 19, 2007

LOPAK,...LOPAK..


ku berjalan sendirian
di antara lopak-lopak ini
ada bayang-bayang kisah hidup
yang menari-nari

kerikil-kerikil di sepanjang jalan
kadang-kadang cukup menyusahkan
kaki ku tebal menangisi
lumpur-lumpur keadaan


pelangi yang jauh...sungguh mengasyikkan

leka terkenang.........fatamorgana..
sedang hujan turun..

dan aku kebasahan lagi


namun pelangi.....

takkan muncul tanpa hujan

kerna matahari akan muncul jua

tanpa sumpah dan janji


dan lopak ini...

akan kering jua suatu hari nanti

bila matahari memancar teriknya..
meninggalkan bekasnya......................dalam kenanganku..

Thursday, January 11, 2007

Si Gagak dan manusia

si gagak menjerit
pada manusia yang tak mengerti..
pada manusia yang tak memahami

bahasa gagak yang kasar
bangsa gagak yang gasar
tidak dipandang manusia

"suaranya buruk...pandangannya sampah"
kata sang manusia
"rupanya teruk...akalnya sampah"
kata sang manusia lagi

walhal....wajarkah hidup..
berteman sinis..hanya kerana sepotong rupa
dan secarik kisah asalnya si gagak

yang mana...mungkin si gagak..
punya hati yang tulus..
yang suci...
lebih daripada sang manusia...
yang buruk jiwanya...

Tuesday, January 09, 2007

TAHUN BARU...


dan dunia pun tersenyum....
angin seakan-akan membuai hati
dan awan2 pun ketawa.....
hingga kejatuhan airmata gembira

dan tahun baru ini..muncul lagi
seperti tahun-tahun yang sudah..
dan tahun baru ini...tiba lagi
membawa harapan yg x sudah... sudah.

dan dunia pun tersenyum
seandainya aku tersenyum..
akulah dunia..dan dunia adalah aku..
dunia yang baru...aku yang baru....

Tuesday, December 26, 2006

SENYUMANMU


senyumanmu...
menggetarkan,
senyumanmu...
membuatku lupa malam dan siang.

senyumanmu...
seribu makna, x terselam,
senyumanmu...
hanya ku jumpa dalam seribu bulan.

senyuman indah disebalik senyuman,
di hati dan di wajah...............
aku menanti dengan debaran.

Thursday, December 21, 2006

yang aku cari


kini aku temui
sebuah daerah yang dicari
penemuan yang abadi
sebuah ketenangan.........

bila resah menghilang dan jiwa menjadi tenteram
aku fahami ...inilah erti
sebuah ketenangan...

bila jiwa menjadi kosong
meninggalkan ruang2 dalam akal
bila hati menjadi bebas
dari noda noda keresahan

aku fahami..........
inilah ketenangan...yang aku cari..

Thursday, December 14, 2006

Tuesday, November 21, 2006

BAGAI PUNGGUK MERINDU BULAN


pungguk oh pungguk,
si pungguk merindu bulan,
rindu cahaya gemerlapan,
sang putera yangkegelisahan.

bulanlah puterinya,
disebalik lindungan awan-awanan,
rindu pada halaman,
yang jauh ditinggalkan.

andai bulan merindu pungguk,
andai pungguk merindu bulan,
kenyataan jualah kenyataan,
rindu yang tak kesampaian.

ANDAI

Andai bulan bisa mendengar,
akan ku khabarkan padanya,
betapa aku rindu menatapmu,
di hujung-hujung malam ini.

andai bintang bisa melihat,
akan ku tunjukkan padanya,
betapa aku resah menunggumu,
diwaktu-waktu senggangku.

andai awan bisa mengerti,
akan aku kisahkan padanya,
betapa aku mengasihimu,
dalam setiap nafas-nafasku.

andai pepohon bisa tertawa,
akan ku gurimdamkan,
kisah-kisah lalu kita bersama,
dalam kenangan yang kita cipta.

andai rerumput ini bisa menangis,
akan ku syairkan,
saat-saat perpisahan kita,
agar hilang beban dihati.

dan..............
andai kau bisa mendengar, melihat,
mengerti, ketawa dan menagis,
hapuskanlah segala andaian ini,
agar aku bisa tersenyum kembali.

PENCARIAN


Disebalik runtuhan kenangan ini
aku membina satu gubuk kekuatan
dicelah-celah serpihan kaca kerinduan
aku mencari sepotong semangat

semangat yang hancur
dan mimpi yang lebur
aku titipkan dalam balang-balang keinsafan
agar aku bisa terus berdiri

berdiri mencari sesuatu
yang hilang ditiup arus
maruah dan masa yang perlu ditebus

Friday, November 17, 2006

your name


Your Name
I wrote your name in the sky,
but the wind blew it away.
I wrote your name in the sand,
but the waves washed it away.
I wrote your name in my heart,
and forever it will stay.
- Jessica Blade -

SONNET 147


SONNET CXLVII


My love is as a fever, longing still
For that which longer nurseth the disease,
Feeding on that which doth preserve the ill,
The uncertain sickly appetite to please.
My reason, the physician to my love,
Angry that his prescriptions are not kept,
Hath left me, and I desperate now approve
Desire is death, which physic did except.
Past cure I am, now reason is past care,
And frantic-mad with evermore unrest;
My thoughts and my discourse as madmen's are,
At random from the truth vainly express'd;
For I have sworn thee fair and thought thee bright,
Who art as black as hell, as dark as night.

BY WILLIAM SHAKESPEARE

SONNET 36



SONNET 36

Let me confess that we two must be twain,
Although our undivided loves are one:
So shall those blots that do with me remain
Without thy help by me be borne alone.
In our two loves there is but one respect,
Though in our lives a separable spite,
Which though it alter not love's sole effect,
Yet doth it steal sweet hours from love's delight.
I may not evermore acknowledge thee,
Lest my bewailed guilt should do thee shame,
Nor thou with public kindness honour me,
Unless thou take that honour from thy name:
But do not so; I love thee in such sort
As, thou being mine, mine is thy good report.


BY WILLIAM SHAKESPEARE

SONNET 20



SONNET 20

A woman's face with Nature's own hand painted
Hast thou, the master-mistress of my passion;
A woman's gentle heart, but not acquainted
With shifting change, as is false women's fashion;
An eye more bright than theirs, less false in rolling,
Gilding the object whereupon it gazeth;
A man in hue, all 'hues' in his controlling,
Much steals men's eyes and women's souls amazeth.
And for a woman wert thou first created;
Till Nature, as she wrought thee, fell a-doting,
And by addition me of thee defeated,
By adding one thing to my purpose nothing.
But since she prick'd thee out for women's pleasure,
Mine be thy love and thy love's use their treasure.


BY WILLIAM SHAKESPEARE

THE ROAD NOT TAKEN

Two roads diverged in a yellow wood,
And sorry I could not travel both
And be one traveler, long I stood
And looked down one as far as I could
To where it bent in the undergrowth;

Then took the other, as just as fair

And having perhaps the better claim,
Because it was grassy and wanted wear;
Though as for that, the passing there
Had worn them really about the same,

And both that morning equally lay
In leaves no step had trodden black
Oh, I kept the first for another day!
Yet knowing how way leads on to way,
I doubted if I should ever come back.

I shall be telling this with a sigh
Somewhere ages and ages hence:
two roads diverged in a wood, and I --
I took the one less traveled by,
And that has made all the difference.


BY ROBERT FROST